Posts

Showing posts from November, 2017

Investasi Keteladanan, Membentuk Kemandirian Si Sulung

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Alhamdulillah saat ini saya akan memasuki tahapan kedua dari games/tantangan Kelas Bunda Sayang IIP, temanya bukan main menantang, yaitu Melatih Kemandirian Anak. Bagi saya, melatih kemandirian anak bukan lah hal mudah, ini butuh proses, tidak bisa instan. Sepemahaman saya selama 4thn+5bln menjadi org tua, melatih kemandirian butuh waktu yg tidak sebentar, perhatian yg lebih, perlengkapan & peralatan pendukung, komunikasi produktif yg berulang-ulang, proses mengalahkan 'ego', proses monitoring evaluasi, dan juga 'stok kesabaran' sebesar gunung dan seluas samudera. Iya, krn sebagai seorang ibu dari 3 balita seperti saya dgn segala keterbatasan, kemandirian anak bagaikan emas permata yg sangat membantu meringankan beban, tp di sisi lain, harapan terhadap hadirnya hal ini (jika terlalu besar) jg bisa jadi 'tekanan' tersendiri yg malah bisa menguras emosi dlm menjalani prosesnya. Di samping itu, keterbatasan waktu terkadang membuat ...

-Hari Kesepuluh- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Di hari kesepuluh ini seolah saya menemukan pola komunikasi produktif "khas" utk Raysha. Pagi ini, di sela kesibukan kami menyiapkan barang bawaan sebelum berangkat menginap ke rumah ortu, Raysha menangis menghampiri saya, ketika saya bertanya kenapa ia menangis, Raysha berkata "Rasyid sama Rayyan nakalin Nca." Rupanya Raysha senpat berebut mainan, lalu Rasyid membela Rayyan. Saya lalu memeluk Raysha dan berkata, "mainnya ngga boleh berebut, harus sama-sama dan ngga boleh ada yg nakal, klo ada yg nakal Nca lapor sama ummi" dan Raysha pun tenang. Hari ini ada acara pengajian di rumah ortu, anak2 pun berkumpul dengan sepupu2nya, ada saja konflik ala anak2 ketika mereka bermain. Raysha pun beberapa kali menangis karena berebut mainan. Karena acara pengajian berlangsung siang, anak2 tidak sempat istirahat siang. Sore setelah mandi, Raysha pun mengantuk. Ia minta dibuatkan susu lalu beranjak ke tempat tidur. Raysha tidur sekitar pukul setengah 5 sore dan bangu...

-Hari Kesembilan- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Image
Hari ini lumayan melelahkan bagi saya. Kondisi fisik memang sedang kurang fit karena kelelahan pasca acara pernikaja adik. Badan rasanya butuh istirahat yg panjang tp kondisi tidak memungkinkan karena 2 hari kemarin mbak yg kerja di rumah izin tidak masuk. Jadi lah hari ini saya agak 'nge-fly' menjalani hari, berefek anak2 jadi uring-uringan, terlebih Raysha. Iya, Raysha sensitif sekali hari ini, dikit-dikit nangis atau merengek, saya coba bersabar beberapa kali meladeninya, tapi menjelang sore hari rasanya emosi di kepala memuncak. Saya memilih bersikap tegas alih-alih menuruti keinginannya. Saat itu Raysha menolak utk makan dengan lauk yg tersedia. Saya lalu berkata, "oke, klo Nca ngga mau makan gpp ngga usah makan. Makan ngga usah pilih2, klo pilih2 lebih baik ngga usah makan" saya ucapkan dengan tegas tanpa intonasi tinggi. Saya ucapkan itu di depan Raysha dengan menatap matanya. Respon Raysha yg tadinya mengerutkan dahi langsung kendur seketika. Ia diam dan bers...

-Hari Kedelapan- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Image
Fiuuuhh, tidak terasa ini tulisan saya yg ke sembilan di blog ini. Saya baru sadar bahwa 'menulis' adalah salah satu passion saya. Seandainya sejak dulu saya meluangkan waktu lebih disiplin untuk menuliskan pemikiran dan unek-unek mungkin hidup saya lebih produktif dan minim stress. Saya merasakan menulis blog jadi bagian indah dari hari-hari saya selama kurang lebih 8 hari ini. Dan ternyata, hobi 'diskusi' yg dulu saya sukai, dan kini terhambat karena saya bekerja di ranah domestik bersama anak-anak saja, dapat saya tuangkan di kegiatan 'menulis' ini. Bahkan saya bisa bebas mencurahkan tema pembicaraan apapun yg kadang melintas atau bahkan berkecamuk di kepala saya. Biasanya, ide-ide itu baru bisa tersalurkan dan saya baru bisa merasa lega jika saya sudah sharing dengan seseorang. Tapi kini, saya sendiri bisa menumpahkan apapun isi kepala saya di blog ini. Aaah, terima kasih IIP, yg sudah memaksa saya membuat sebuah blog. Bentuk komunikasi produktif saya den...

Visi Misi Pendidikan Keluarga Rachmadika Family

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Sejujurnya, merumuskan visi misi pendidikan keluarga berikut kurikulumnya adalah impian kami, saya juga suami. Tapi realitanya hingga 7 thn pernikahan kami yg saat ini sudah dikaruniai 3 putra/i cetak biru visi misi dan kurikulum pendidikan keluarga itu belum ada. Pembelaan saya, 3 tahun awal menikah ketika belum ada anak-anak, visi misi dan turunannya sudah beberapa kali kami bahas dalam bentuk muhasabah tahunan setiap momen tertentu. Sementara 4 tahun terakhir ini sepertinya kami masih terlalu sibuk dengan rutinitas mengurus ketiga balita yg hadir berturut-turut hampir setiap tahun. Akan tetapi, setahun belakangan, seiring dengan bertambahnya usia si sulung dan derasnya arus informasi yg hadir dalam begitu mudahnya dari berbagai wag di smartphone, sedikit banyak saya mulai terpapar akan gambaran visi misi sekaligus kurikulum yg kurang lebih cocok utk keluarga kami. Alhamdulillah tugas akhir RMA ini memaksa saya utk menuangkannya secara tertulis. Sebaga...

-Hari Ketujuh- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Pagi ini sebuah kabar kurang baik menimpa si mbak yg membantu saya menangani urusan domestik rumah, suaminya terkena kecelakaan, tertabrak mobil. Jadi lah jm 8 pagi mbaknya harus izin pulang sebelum pekerjaannya selesai. Dan saya? Ya, saya harus ikhlas membersamai ketiga balita saya sambil menyelesaikan sisa pekerjaan yg belum sempat dipegang si mbak. Setelah selesai mengantar si sulung pergi ke sekolah, saya lanjut hadir di kelas bhs arab di masjid dengan kedua balita, Raysha dan Rayyan. Raysha sempat merengek meminta sesuatu tp tidak sampai tantrum seperti pekan sebelumnya, mungkin karena kelas bhs arab pekan ini tidak lama, hanya berlangsung sekitar 45 menit. Sesampainya di rumah, saya berniat untuk mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saya coba berkomunikasi dengan Raysha. "Nca, tolong ajak main Rayyan dlu yaa, ummi harus cuci piring, jemur baju dan masak nasi" dan Raysha dengan sigap mengajak adiknya bermain di kamar, saya pun langsung melipir ke dapur. Tidak lama...

-Hari Keenam- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Image
Hari ini kami telah kembali ke rumah, menikmati rutinitas keseharian sebagaimana biasanya. Bangun pagi, Raysha bangun paling terakhir seperti biasa. Setelah bangun tidur, anak-anak saya berikan cemilan lalu mandi pagi, kemudian sarapan. Rasyid akan berangkat sekolah pukul 8 pagi dan saya akan pergi mengajar tahsin ibu2 komplek, sementara Raysha akan bermain dengan Rayyan diawasi mbak yg kerja di rumah. Ini rumah kami, tempat ternyaman utk kami, terlebih bagi Raysha. Raysha tidak pernah terlihat lebih bahagia daripada menjalani rutinitas hariannya di rumah. Rona wajahnya, senyumnya, gerak gerik cerianya, senandung kecilnya, semua akan terdengar di rumah ini, tempat paling aman, paling nyaman bagi seorang pembelajar audio visual yg introvert & melankolis plegmatis sepertinya. Komunikasi saya dengan Raysha pun berjalan amat lancar tanpa drama sedikitpun hari ini. Siang ini, saya membelikan gelang bertuliskan nama utk Raysha. Saya sudah memesannya beberapa hari yg lalu dan hari ini ...

-Hari Kelima- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Perjuangan saya dalam menjalin komunikasi produktif dengan si shalihah cilik mendapatkan ujian hari ini. Kebiasaan lama Raysha tiba-tiba muncul lagi dan sukses menghancurkan pertahanan saya. Beberapa hari ini jadwal harian anak2 memang terganggu. Jadwal makan dan tidur/istirahat menjadi tidak teratur karena berbagai acara keluarga yg digelar di rumah ortu kami, yangti & yangkung-nya 3R. Hal ini membuat kondisi fisik anak2 terganggu, mereka jadi sulit istirahat nyenyak dan terserang batuk kering 2 hari belakangan. Saya fikir anak2 masuk angin. Pagi hingga siang ini anak2 beraktifitas seperti biasa krn acara puncak dari rangkaian acara pernikahan tantenya 3R sudah selesai. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama saudara2 dari jauh yg masih menginap di rumah. Menjelang sore hari setelah mandi, anak2 baru mengantuk dan tertidur. Tiba-tiba, menjelang maghrib, Raysha terbangun dengan gelisah dari tidurnya dengan gestur seperti sesang menahan pipis. Saya yg se...

-Hari Keempat- Komunikasi Produktif dengan Rumasyha

Image
Hari ini adalah hari yg istimewa bagi kami. Salah seorang anggota keluarga dekat melangsungkan pernikahan hari ini. Hari ini kami sibuk turut serta dalam persiapan, proses sampai dengan penutupan acara yg berlangsung dari pagi hingga malam hari. Istimewa, karena hari ini kami akan bertemu dengan keluarga besar dari pihak uti & kung-nya 3R, ayah & ibu saya. Interaksi saya dengan Raysha hari ini tidak banyak, juga tidak lama karena saya bbrp kali harus membantu berlangsungnya acara pernikahan. Raysha, dan juga Rasyid & Rayyan lebih banyak diasuh oleh abinya, juga bbrp anggota keluarga yg lain. Hanya ada satu momen yg saya ingat sebagai momen komukasi produktif dengan Raysha. Siang hari, saat prosesi upacara adat pernikahan berlangsung, Raysha sempat menangis di gendongan abinya. Abinya berkata bahwa Raysha takut dengan sosok laki2 berambut gondrong yg menari saat upacara adat tsb. Saat itu memang penampilan laki2 agak menyeramkan. Bahkan menurut abinya, Raysha menyebut s...

-Hari Ketiga- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Hari ini adalah hari yg sibuk, karena esok adik saya (tantenya Raysha) akan melangsungkan pernikahan. Pagi sampai siang saya titipkan Raysha di rumah org tua di Tangerang sementara saya krn ada keperluan hrs pulang ke rumah kami di Depok. Hal ini membuat saya hari ini baru bertemu Raysha ketika menjelang waktu dzuhur. Entah karena baru saja 'ditinggal' oleh saya, atau karena hari ini banyak 'perhatian' dari orang baru (yaitu saudara2 dari luar kota) yg ditemui Raysha, sikap Raysha ketika saya datang sangat manja, ia berusaha mengganggu adiknya yg hendak menyusu ke saya lalu kemudian minta digendong. Sikap yg tidak biasanya ditunjukkan Raysha sehari-harinya. Adegan pertama komunikasi produktif hari ini adalah ketika Raysha (seperti yg sdh direncanakan & disounding hari sebelumnya) dihias tangannya dengan hena oleh perias. Sesuai dengan karakternya sebagai anak yg penurut, sang pendengar & pengamat sejati, Raysha anteng bukan main saat diminta duduk diam dengan ...

-Hari Kedua- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Image
Bismillah.. Pagi ini spt biasa Raysha tidak langsung beranjak dari tempat tidur setelah ia terbangun. Raysha memang lebih suka 'leyeh leyeh' dlu bbrp lama sebelum memutuskan beranjak bangun dan melakukan aktifitas lain. Setelah dibujuk untuk mandi, akhirnya ia bersuara dgn mengatakan "Nca ngga mau mandi sama ummi" nah lhooo. Ketika ditanya, "emang kenapa?" Raysha menjawab, "Nca mau mandi sendiri" kemudian saya merespon cepat, "oke mandi sendiri tp ummi temenin" dan Raysha jg merespon "ngga mau ditemenin ummi" dan akhirnya pagi ini saya harus kembali bersabar memberikan Raysha penjelasan mengapa dirinya masih harus dibantu ketika mandi. Saya jelaskan kepada Raysha bahwa tangannya masih belum bisa menggapai punggungnya dgn sempurna dan karena itu ia perlu dibantu utk membersihkan punggung. Ya, lagi-lagi, Raysha terinspirasi ingin belajar mandi sendiri karena mengikuti sang kakak, Rasyid yg berusia 4thn 3bln, yg sedang belajar m...

-Hari Pertama- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Bismillah.. mulai hari ini saya akan berada dalam proses menuju kebaikan. Memperbaiki pola komunikasi saya dengan anak kedua saya, si anak perempuan semata wayang (saat ini), si pendengar sejati. Alasan saya mengapa memilih Raysha sebagai objek dalam tantangan komunikasi produktif ini ada di link berikut : Mengenai pola komunikasi produktif, ada bbrp poin yg akan saya terapkan kepada Raysha pada bbrp hari ke depan : 1. Memanggil Raysha dengan lemah lembut dan bersabar jika Raysha masih belum merespon (no nada tinggi dan berulang-ulang) 2. Lebih seksama mendengarkan jika Raysha menyampaikan sesuatu dan menanggapinya dengan antusias (keep eye contact and face to face) 3. Lebih banyak tersenyum, memeluk dan mencium Raysha 4. Memuji Raysha dalam hal-hal kebaikan yg telah dilakukannya 5. Lebih menghargai perasaan Raysha jika ia menangis krn terjatuh, sedih atau keinginannya tidak dpt terlaksana 6. Bersabar dalam memberi penjelasan ketika meminta Raysha melakukan sesuatu atau tidak b...

Menyelami Samudera Hati Si Shalihah Cilik, Rumaysha

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui Isi Hati.. lewat games level 1 Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang dgn tema Komunikasi Produktif ini in syaa Allah saya akan berusaha & belajar (lagi) memperbaiki cara komunikasi dgn anak kedua saya, seorang putri saya bernama Rumaysha Mufidah Rizqina yg berusia 3thn. Sebelumnya sebagai prolog, Rumaysha atau yg biasa disingkat Raysha atau panggilan kesayangan Nca, adl sosok anak yg sangat manis (bagi saya). Raysha anak yg sedari kecil, bahkan sejak kehamilan, sangat jarang menyusahkan saya. Seolah-olah Raysha tau dan memahami kondisi saya yg ketika Raysha lahir sudah memiliki satu anak yg baru berusia 1thn 3bln. Proses kelahiran Raysha yg per vaginam pun saya melaluinya dgn amat lancar dan mudah (maa syaa Allah). Raysha bayi jg cenderung lebih mudah ditangani, tdk sering menangis, dan perkembangannya pun sangat sesuai track, tdk banyak membuat umminya ini khawatir atau kesulitan. Hingga ketik...