-Hari Kedua- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Bismillah..
Pagi ini spt biasa Raysha tidak langsung beranjak dari tempat tidur setelah ia terbangun. Raysha memang lebih suka 'leyeh leyeh' dlu bbrp lama sebelum memutuskan beranjak bangun dan melakukan aktifitas lain. Setelah dibujuk untuk mandi, akhirnya ia bersuara dgn mengatakan "Nca ngga mau mandi sama ummi" nah lhooo. Ketika ditanya, "emang kenapa?" Raysha menjawab, "Nca mau mandi sendiri" kemudian saya merespon cepat, "oke mandi sendiri tp ummi temenin" dan Raysha jg merespon "ngga mau ditemenin ummi" dan akhirnya pagi ini saya harus kembali bersabar memberikan Raysha penjelasan mengapa dirinya masih harus dibantu ketika mandi. Saya jelaskan kepada Raysha bahwa tangannya masih belum bisa menggapai punggungnya dgn sempurna dan karena itu ia perlu dibantu utk membersihkan punggung. Ya, lagi-lagi, Raysha terinspirasi ingin belajar mandi sendiri karena mengikuti sang kakak, Rasyid yg berusia 4thn 3bln, yg sedang belajar mandi sendiri.
Di kamar mandi, saya juga menahan diri utk tidak langsung memandikan Raysha. Saya bersabar dengan memberikan instruksi pendek ttg urutan mandi dari mulai menyiram badan, menggosok badan dgn sabun sampai dengan membilas. Di bagian punggung sesuai kesepakatan saya membantu Raysha, dan ia bisa terima tanpa argumen. Alhamdulillah aktifitas 'mandi sendiri' berjalan lancar tanpa konflik.
Aktifitas selanjutnya adalah sarapan. Saat sarapan Raysha sempat menolak makan nasi, ia hanya ingin makan telurnya. Ternyata ini karena nasinya keras. Walau demikian Raysha tetap makan walaupun agak lama mengunyahnya. Ketika saya tawarkan suapan selanjutnya dan ternyata di mulutnya masih ada makanan, Raysha berkata "ummi sih kasih makan nasinya, Nca kn maunya telur aj" hehe, maaf yaa nak sudah memaksa kamu makan nasi yg agak keras. Sesi sarapan pagi saya sudahi walau makanan di piring belum habis krn ternyata kondisi nasi yg agak keras itu membuat anak2 mengunyah lebih lama.
Tidak lama kemudian tukang odong-odong lewat. Ini adalah tukang odong-odong langganan anak2 klo sedang menginap di rumah uti & kung-nya, yg paling semangat utk naik tentunya adalah Raysha. Ia sangat senang menikmati lagu anak-anak yg diputar oleh tukang odong-odong. Sesi naik odong-odong kali ini lebih panjang krn anak2 menolak turun ketika satu sesi bermain habis. Selepas dari naik odong-odong, Raysha langsung menyanyikan satu lagu yg mungkin baru didengarnya, yaitu lagu Naik Becak. Tapi Raysha hanya menyanyikan bagian reff-nya dgn sedikit salah pengucapan, Raysha bernyanyi "pecak pecak, coba bawa saya" yg kontan membuat saya tertawa. Disini saya tidak langsung menyalahkan Raysha, tp saya bertanya, "Nca nyanyi lagu yg di odong-odong tadi ya? Begini ca lagunya.." lalu saya contohkan/nyanyikan lagunya dgn lengkap, dan Raysha tersenyum. Saya lalu memastikan, "jadi, becak ya ca.."
Hari ini saya juga mendapati satu pandangan berbeda dari Raysha. Hari ini kebetulan kami sedang menginap di rumah neneknya Raysha, dan Rasyid menginap di rumah tante yg jaraknya tidak jauh dari rumah nenek. Jadi posisinya Rasyid tidak bersama kami. Raysha sepagian main sendiri menemani neneknya yg sedang membuat kue menggunakan daun pisang. Raysha pun akhirnya asyik memainkan sisa daun pisang yg tdk terpakai. Pertama, ia berpura-pura memainkan potongan daun pisang yg menjuntai memanjang sbg alat pancing. Raysha menghampiri saya, "mi ini pancing2nya (red: pancingan) ummi" saya langsung merespon, "waah, makasiih yaa.. ini apa ya?" Raysha menjawab, "ini buat pancing mi" sambil tersenyum senang. Kedua, Raysha menggunakan potongan daun pisangnya utk dililitkan di tangan, katanya itu gelang. Raysha mencoba melilitkan di tangan saya dgn hati2, ia coba membuat simpul di ujungnya agar tidak terlepas. Raysha juga membuatkan gelang dari daun pisang utk tantenya. (Di bawah ini saya sertakan foto penampakan gelangnya). Saya lalu memujinya, "maa syaa Allah, Raysha pintar yaa bisa buatkan gelang utk ummi dan ibi (panggilan utk tantenya)" dan Raysha pun senang bukan main. Ternyata, Raysha itu kreatif dalam menemukan media bermain walaupun tidak sedang bersama kakaknya.

Kisah komunikasi produktif hari kedua ini ditutup malam hari dengan 2 scene dialog di malam hari. Pertama, saat di rumah ortu kami televisi sedang menayangkan kisah seorang ibu yg rumahnya rusak dan anaknya menderita hidrocephalus, Raysha menontonnya dengan seksama lalu mimik wajahnya berubah. Raysha kemudian murung dan seperti menahan tangis. Raysha lalu diledek oleh tantenya, ditanya "ih ih mau nangis yaa..". Saya, yg sadar ini 'aha moment' utk komunikasi produktif, segera menghampiri Raysha lalu memeluknya, seketika itu juga tangis Raysha pecah, ia meluapkan kesedihannya melihat kisah ibu tadi. Saya lalu menjelaskan bagaimana cara membantu ibu tsb, bisa dgn uang dan juga doa. Raysha nampak menyerap kata-kata saya dan tangisannya agak mereda. Bukan tangisan histeris khas anak2, tp tangisannya sungguh dalam sampai sesenggukan, Raysha benar2 tersentuh hatinya melihat penderitaan org lain. Maa syaa Allah Nak, semoga Allah karuniakan padamu hati yg lembut dan kepedulian yg besar pad sesama, aamiin.
Scene terakhir, saat saya dan suami berniat pulang ke rumah dan ingin menitipkan Raysha di rumah ortu kami. Raysha yg memang belum terbiasa berpisah dari saya sudah menolak ketika saya menjelaskan akan pulang sebentar dan kembali esok paginya. Ibu saya lalu mencoba membantu dengan berbohong bahwa saya akan menengok org yg sakit. Tapi lalu segera saya ralat kata2nya. Saya katakan ke Raysha bahwa saya ada keperluan sehingga harus pulang ke rumah, dan karena hari sudah malam saya mau Raysha tinggal di rumah nenek saya, esok pagi ia akan diajak untuk membeli sesuatu untuknya (ini memang sudah ada rencana, in syaa Allah akan benar2 dilaksanakan) dan ia juga harus tinggal krn esok pagi tangannya akan dihias hena oleh perias. Saya hanya menjelaskan ini sekali dan tidak memaksanya. Ketika tiba waktunya saya berangkat, saya bertanya lagi apakah Raysha mau tinggal di rumah neneknya dan alhamdulillah ia pun menjawab bersedia. Saya berpamitan dengannya lalu pergi pulang ke rumah tanpa drama. Alhamdulillah.
#harike-2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia