-Hari Ketiga- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Hari ini adalah hari yg sibuk, karena esok adik saya (tantenya Raysha) akan melangsungkan pernikahan. Pagi sampai siang saya titipkan Raysha di rumah org tua di Tangerang sementara saya krn ada keperluan hrs pulang ke rumah kami di Depok. Hal ini membuat saya hari ini baru bertemu Raysha ketika menjelang waktu dzuhur.

Entah karena baru saja 'ditinggal' oleh saya, atau karena hari ini banyak 'perhatian' dari orang baru (yaitu saudara2 dari luar kota) yg ditemui Raysha, sikap Raysha ketika saya datang sangat manja, ia berusaha mengganggu adiknya yg hendak menyusu ke saya lalu kemudian minta digendong. Sikap yg tidak biasanya ditunjukkan Raysha sehari-harinya.

Adegan pertama komunikasi produktif hari ini adalah ketika Raysha (seperti yg sdh direncanakan & disounding hari sebelumnya) dihias tangannya dengan hena oleh perias. Sesuai dengan karakternya sebagai anak yg penurut, sang pendengar & pengamat sejati, Raysha anteng bukan main saat diminta duduk diam dengan kedua telapak tangan ditata di atas meja utk dihias. Raysha sibuk memperhatikan gerakan tangan perias & perlengkapan lukis hena-nya, tidak menolak atau rewel sama sekali. Tapi ketika akan disuapi makan siang, Raysha menolak. Saya berusaha membujuk dan mengalihkan perhatian supaya Raysha mau makan, tp hanya berhasil masuk bbrp suap. Akhirnya saya mengalah, saya tidak memaksa Raysha utk makan. Mungkin Raysha sudah makan sesuatu siang ini sebelum saya datang, pikir saya.

Momen selanjutnya adalah ketika Raysha terbangun dari tidur siang. Raysha bangun dalam kondisi mood kurang baik, sempat merengek dan bahkan menolak ketika dibujuk utk mandi (karena badannya basah oleh keringat). Raysha kemudian meminta utk digendong abinya, menolak ketika saya dekati. Apapun yg saya katakan ketika itu Raysha tidak mau mendengarkan, dibujuk berkali-kali dgn nada suara rendah dan negosiasi apapun ia tidak mau mendengarkan. Menyerah, akhirnya saya membiarkan Raysha, dan kemudian berstrategi dgn memperhatikan Rasyid yg baru terbangun. Hal ini malah membuat Raysha tantrum, ia nangis dan berteriak-teriak. Saya biarkan Raysha, tp saya tdk bisa bertahan lama bertahan krn kondisi banyak org di rumah ortu saya. Akhirnya saya gunakan cara lama, bernada tegas dan menggunakan senjata 'membandingkan' & 'mengancam' baru kemudian Raysha mau diam dan bersedia diajak mandi sore. Fiuuuhhh, pertahanan saya luluh lantak dgn tantrum Raysha sore ini, saya masih belum menemukan celah bagaimana membujuk Raysha saat mood-nya sedang tidak baik, terlebih lagi saya makin bingung ketika Raysha tantrum dan kondisi lingkungan ramai yg tdk memungkinkan saya membiarkannya berteriak-teriak. Yaa Allah, saya mohon petunjuk-Mu.

Selepas mandi, masih dalam kondisi bersungut-sungut, saya meminta maaf kepada Raysha krn sudah 'marah' kepadanya, tapi saya juga memintanya utk berjanji jangan bersikap seperti itu lagi di waktu yg lain. Raysha sepakat, dan akhirnya mood-nya kembali normal setelah diajak jalan-jalan keluar rumah oleh abinya.

Kejadian hari ini mengajarkan saya bahwa Raysha masih sangat sensitif dengan perubahan lingkungan, ia juga masih belum siap utk berpisah lama dari saya. Raysha masih sangat butuh perhatian yg banyak dari saya, yang mana jika itu berkurang, hal ini juga akan membuat ia berusaha mencuri perhatian saya lebih banyak lagi. Semoga hari-hari ke depan saya lebih baik lagi mempersiapkan momen perpisahan dan perubahan lingkungan bagi Raysha, sehingga Raysha tidak perlu tantrum lagi, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia