-Hari Kesembilan- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Hari ini lumayan melelahkan bagi saya. Kondisi fisik memang sedang kurang fit karena kelelahan pasca acara pernikaja adik. Badan rasanya butuh istirahat yg panjang tp kondisi tidak memungkinkan karena 2 hari kemarin mbak yg kerja di rumah izin tidak masuk. Jadi lah hari ini saya agak 'nge-fly' menjalani hari, berefek anak2 jadi uring-uringan, terlebih Raysha. Iya, Raysha sensitif sekali hari ini, dikit-dikit nangis atau merengek, saya coba bersabar beberapa kali meladeninya, tapi menjelang sore hari rasanya emosi di kepala memuncak. Saya memilih bersikap tegas alih-alih menuruti keinginannya. Saat itu Raysha menolak utk makan dengan lauk yg tersedia. Saya lalu berkata, "oke, klo Nca ngga mau makan gpp ngga usah makan. Makan ngga usah pilih2, klo pilih2 lebih baik ngga usah makan" saya ucapkan dengan tegas tanpa intonasi tinggi. Saya ucapkan itu di depan Raysha dengan menatap matanya. Respon Raysha yg tadinya mengerutkan dahi langsung kendur seketika. Ia diam dan bersedia menerima suapan nasi yg saya ajukan.
Malam harinya ketika menunggu abinya pulang, anak-anak bermain bersama-sama di kamar. Mereka membawa alat tulis, buku dan tas. Entah kenapa Raysha tanpa sepengetahuan saya mencorat-coretkan pulpen ke mukanya. Saya baru menyadari ketika Raysha hendak menulis dengan pulpen di tembok. Ketika saya tegur dan ia menengok saya baru sadar mukanya sudah penuh coretan. Yaa Allah, anak-anak ini sungguh over kreatif .

Dalam kondisi tenang setelah suami pulang, saya bertanya kepada Raysha, "kenapa Nca corat coret muka?" Raysha mengemukakan jawaban seperti ini, "kan nti bisa dicuci" ia tidak mengemukakan alasan, tp menawarkan solusi . Saya langsung tertawa mendengar jawabannya, saya cium Raysha dan saya katakan, "iya memang bisa dicuci, tp menulis itu bukan di muka ya Nca, menulis pake pulpen ya di kertas. Klo di muka ada pensil khusus utk muka, ngga boleh sembarangan."
Itu saja sepertinya dialog berkualitas yg berkesan dengan Raysha hari ini. Di tengah lelah, sebenarnya dialog dengan anak-anak itu adalah obat yg menghadirkan tawa dan keceriaan di tengah-tengah keluarga. Maa syaa Allah walhamdulillah.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia