-Hari Pertama- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha
Bismillah.. mulai hari ini saya akan berada dalam proses menuju kebaikan. Memperbaiki pola komunikasi saya dengan anak kedua saya, si anak perempuan semata wayang (saat ini), si pendengar sejati.
Alasan saya mengapa memilih Raysha sebagai objek dalam tantangan komunikasi produktif ini ada di link berikut :
Mengenai pola komunikasi produktif, ada bbrp poin yg akan saya terapkan kepada Raysha pada bbrp hari ke depan :
1. Memanggil Raysha dengan lemah lembut dan bersabar jika Raysha masih belum merespon (no nada tinggi dan berulang-ulang)
2. Lebih seksama mendengarkan jika Raysha menyampaikan sesuatu dan menanggapinya dengan antusias (keep eye contact and face to face)
3. Lebih banyak tersenyum, memeluk dan mencium Raysha
4. Memuji Raysha dalam hal-hal kebaikan yg telah dilakukannya
5. Lebih menghargai perasaan Raysha jika ia menangis krn terjatuh, sedih atau keinginannya tidak dpt terlaksana
6. Bersabar dalam memberi penjelasan ketika meminta Raysha melakukan sesuatu atau tidak boleh melakukan sesuatu (no memaksa atau mengancam)
And the show must begun.. hari ini, saya awali hari bersama Raysha dengan menyanyikan lagu soundtrack 'Cloud Bread' tp mengganti setiap kata 'cloud bread' dgn nama Raysha, dan mengganti bbrp liriknya dgn kata-kata pujian yg cocok utk Raysha. Raysha awalnya sempat mengernyitkan kening krn tau lirik lagunya tdk sesuai, dan ia biasanya sangat kritis memperbaiki dgn lirik yg benar, tp setelah digoda dgn pujian2 di lagu itu Raysha pun terbangun dgn tersenyum malu-malu. Yesss, saya berhasil satu langkah mengambil hati anak tengah saya yg memang sangat suka bernyanyi.
Seharian ini saya mencoba utk lebih banyak mendengar Raysha dan menanggapinya dgn suara yg lembut. Saya berusaha bersabar menjelaskan segala hal agar Raysha bisa memahami sesuatu, dan benar, ia pun menuruti segala permintaan ataupun menjauhi larangan saya.
Satu momen lagi di hari ini, ketika kepala Raysha tidak sengaja terbentuk ke tembok krn loncat loncat di kasur dan ia kemudian menangis dgn sangat kencang, saya tidak langsung memintanya utk diam atau menyalahkannya (krn itu memang kesalahannya) spt hari2 sebelumnya, tp saya memeluknya, dan bertanya "Nca sakit ya? Knp tadi? Kejedot tembok?" Lalu saya usap kepalanya dan saya berkata, "sudah gpp, besok hati-hati ya klo main di kasur" dan amazingly, Raysha langsung berhenti menangis, no drama berkelanjutan, alhamdulillah.
Dalam situasi mendesak harus mandi cepat krn kita ada keperluan, sementara Raysha memaksa mandi sendiri, saya coba biarkan dan kemudian memberi arahan singkat bhw mandinya belum bersih dan saya akan membantunya, dan ia terima. Saat berpakaian pun sama, ia menolak dibantu dgn muka masam, dan saya pun tidak memaksa membantunya, baru ketika ia kesulitan, saya langsung ambil alih memakaian bajunya, dan ia jg tidak merengek atau cemberut spt bbrp waktu belakangan ini.
Puncaknya, saat pengajian di siang hari ini, sepanjang pengajian Raysha mau anteng mengikuti acara sampai selesai tanpa rengekan apapun ke saya. Padahal sehari sebelumnya Raysha terus berupaya mencuri perhatian saya dgn berbagai rengekan permintaan saat sedang mengikuti pengajian. Siang ini, Raysha duduk di samping saya dgn memegang Hp dan sibuk memfoto ibu2 yg lain. Sebelumnya, saya baru mengajari Raysha bagaimana mengambil gambar dgn kamera Hp, dan setelahnya dia asyik dgn kamera tsb. Di akhir sesi pengajian, saya menawarkan memfoto Raysha, dan ia pun meng-iya-kan, berikut fotonya.
Hari ini, maa syaa Allah, ilmu komunikasi produktif yg saya terapkan kepada Raysha sungguh sudah memperlihatkan buahnya. Raysha yg manis dan penurut hadir lagi di samping saya, mudah2an untuk selamanya. 😍
Tangerang, 031117
Ika Ermawati
#harike-1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komukasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Comments
Post a Comment