-Hari Kesepuluh- Komunikasi Produktif dengan Rumaysha

Di hari kesepuluh ini seolah saya menemukan pola komunikasi produktif "khas" utk Raysha. Pagi ini, di sela kesibukan kami menyiapkan barang bawaan sebelum berangkat menginap ke rumah ortu, Raysha menangis menghampiri saya, ketika saya bertanya kenapa ia menangis, Raysha berkata "Rasyid sama Rayyan nakalin Nca." Rupanya Raysha senpat berebut mainan, lalu Rasyid membela Rayyan. Saya lalu memeluk Raysha dan berkata, "mainnya ngga boleh berebut, harus sama-sama dan ngga boleh ada yg nakal, klo ada yg nakal Nca lapor sama ummi" dan Raysha pun tenang.

Hari ini ada acara pengajian di rumah ortu, anak2 pun berkumpul dengan sepupu2nya, ada saja konflik ala anak2 ketika mereka bermain. Raysha pun beberapa kali menangis karena berebut mainan. Karena acara pengajian berlangsung siang, anak2 tidak sempat istirahat siang. Sore setelah mandi, Raysha pun mengantuk. Ia minta dibuatkan susu lalu beranjak ke tempat tidur. Raysha tidur sekitar pukul setengah 5 sore dan bangun ketika maghrib. Adegan seminggu yg lalu berulang, Raysha terbangun dan merengek, lalu menangis sambil berteriak. Dibujuk segala cara oleh abi, nenek ataupun tantenya, ia tidak bergeming, masih terus menangis sambil berteriak. Ketika itu saya masih menjalankan sholat maghrib.

Saya pun teringat pelajaran yg saya peroleh dalam menghadapi sikap Raysha seperti ini seminggu yg lalu. Saya mendekati Raysha, saya memeluknya lalu saya berbisik membujuknya utk melihat gambar 'my little pony' di smartphone. Raysha tidak langsung merespon ajakan saya. Ia berusaha berkomunikasi tapi tetap menangis, jadi lah saya tidak bisa mendengar apa yg berusaha ia sampaikan. Saya memintanya utk tenang, dan akhirnya saya tau ia meminta utk tidur di kamar. Saya pun menuruti keinginannya, saya gendong Raysha ke kamar. Saya lalu menunjukkan gambar kartun kesukaan Raysha sambil bercerita, Raysha pun berhasil 'teralihkan' dari tangisnya. Raysha bisa ceria kembali dan sempat bermain kembali bersama sepupu2nya.

Menjelang tidur, saya banyak memeluk Raysha, saya mencium dan memujinya. Kami banyak bersenda gurau sambil melihat2 gambar kartun 'my little pony'. Raysha sempat meminta ke belakang, dan itu dilakukannya tanpa drama. Ia juga sempat meminta dibuatkan susu kembali, ia memintanua dengan senyum manis tanpa merengek. "Aah indahnya Nak melihat senyummu," ujar saya dalam hati. Saya mencoba utk memahami kegemarannya, berusaha utk turut senang melihat kartun kesukaannya, dan saat itu saya pun membuka percakapan. Saya katakan, "Nca, klo pas Mas & Rayyan bobo gini, Nca boleh main handphone, tp klo pas main bareng-bareng ngga usah ya, handphone-nya cuma satu, nti berebut kaya tadi." Raysha tersenyum lalu berkata, "iya klo semua bobo boleh, klo main bareng2 ngga usah, nti rebutan" ia meng-copy kata2 saya, tanda setuju.

Komunikasi produktif dengan Raysha selama 10 hari ini mengajarkan saya pola komunikasi terbaik dengan Raysha. Pertama, saya harus memperhatikan mood Raysha, selain itu saya harus selalu dalam kondisi tenang ketika berkomunikasi dengannya, karena Raysha sangat perasa, ia mampu merasakan hal tidak nyaman dari lawan bicaranya. Kedua, saya harus lebih banyak mendengarkannya, karena Raysha audio, ia suka mendengar, tp juga butuh sekali utk didengarkan. Ketiga, saya harus lebih banyak waktu berkualitas bersamanya, memeluknya, mencium, mengapresiasi dan berdialog penuh suka cita untuk memperkuat bonding dengan saya. Keempat, ketika Raysha sedang 'kumat' tantrumnya, saya harus langsung mencari cara utk mengalihkan perhatiannya agar tantrumnya tidak bertambah panjang.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia