Menyelami Samudera Hati Si Shalihah Cilik, Rumaysha

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui Isi Hati.. lewat games level 1 Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang dgn tema Komunikasi Produktif ini in syaa Allah saya akan berusaha & belajar (lagi) memperbaiki cara komunikasi dgn anak kedua saya, seorang putri saya bernama Rumaysha Mufidah Rizqina yg berusia 3thn.
Sebelumnya sebagai prolog, Rumaysha atau yg biasa disingkat Raysha atau panggilan kesayangan Nca, adl sosok anak yg sangat manis (bagi saya). Raysha anak yg sedari kecil, bahkan sejak kehamilan, sangat jarang menyusahkan saya. Seolah-olah Raysha tau dan memahami kondisi saya yg ketika Raysha lahir sudah memiliki satu anak yg baru berusia 1thn 3bln. Proses kelahiran Raysha yg per vaginam pun saya melaluinya dgn amat lancar dan mudah (maa syaa Allah). Raysha bayi jg cenderung lebih mudah ditangani, tdk sering menangis, dan perkembangannya pun sangat sesuai track, tdk banyak membuat umminya ini khawatir atau kesulitan.
Hingga ketika usianya 1thn, saya baru sadar bahwa saya tengah hamil anak ke-3 yg sdh berjalan 8 minggu. Dan Raysha masih tetap jadi anak yg manis di tengah kerepotan saya menjalani kehamilan dgn 2 balita ketika itu. Setelah adiknya lahir (usia Raysha ketika itu 1thn 7bln), dgn terpaksa Raysha pun hrs saya sapih lebih cepat, dan proses WWL-nya berjalan smooth tanpa banyak kesulitan. Beda dgn ketika menyapih Rasyid yg saya hrs menidurkan dgn menggendong selama bbrp lama, Raysha bisa tidur sendiri tanpa meminta menyusu ke saya, ia hanya ingin selalu tidur di samping saya dan adiknya Rayyan, bahkan sampai saat ini.
Raysha oh Raysha, anak perempuan saya satu2nya (sekarang) ini saya amati memiliki gaya belajar dominan audio, sehingga dlm tumbuh kembangnya, kemampuan bahasanya paling menonjol dari kakak-adik ataupun saudara dan teman-temannya. Di usia 1 tahun dia sudah mampu mengucapkan bbrp kata dgn komponen yg lengkap walaupun msh kurang jelas, di usia 2 tahun dia sudah mampu merangkai kalimat dgn jelas, dan bahkan tidak cadel sama sekali. Raysha senang menyanyi dgn runut dan jelas kata per kata-nya.
Dalam berkomunikasi, saya hampir tidak pernah kesulitan menghadapi Raysha. Raysha tipe pendengar, sehingga terkesan patuh. Jika ada yg mengajaknya bicara, ia akan mendengar seksama baru kemudian meresponnya. Itu adl prosesnya belajar, ia merekam apa saja yg ia dengar dari org di sekitarnya, hingga kemudian kata-kata itu akan ia duplikasi di waktu yg lain.
Secara pribadi, Raysha tipe follower, yg kurang suka mengambil inisiatif sendiri, ia lebih suka mengamati dan mengikuti jejak kakaknya, Rasyid. Rasyid menjadi roll model sejati baginya. Apapun yg dilakukan Rasyid ia akan meniru, kemana Rasyid pergi bermain ia akan ikut, dan apapun yg Rasyid katakan ia akan salin dgn lengkap sampai titik-komanya.
Nah, klo demikian jadi apa permasalahannya?
Permasalahan komunikasi saya dgn Raysha berlangsung tidak lama setelah adiknya, Rayyan, lahir. Walau dalam keseharian Raysha msh tdk banyak berubah, tp ia sering terbangun tengah malam dan kemudian tantrum tanpa sebab, menangis tanpa bisa didiamkan. Hal ini berlangsung bbrp bulan sejak usianya waktu itu sekitar 2thn.
Saya dan suami sempat kebingungan menghadapi Raysha ketika itu, karena secara keseharian Raysha tidak pernah mengeluh atau menunjukkan ekspresi wajah sedang bermasalah. Ia masih saja manis seperti biasa, bahkan ke adik bayinya, ia sangat menyayanginya. Kami sempat mengidentifikasi akar permasalahannya, mulai dari berkurangnya perhatian saya sbg ibu (dgn 3 balita), kecemburuan kepada sang adik bayi, seringnya timbul perselisihan dgn sang kakak, sampai ke hal ghoib spt gangguan jin atau penyakit 'ain.
Beberapan bulan berselang, ketika Raysha berusia 2,5thn sampai saat ini, ada perubahan sikap Raysha yg lebih signifikan. Raysha jadi gampang marah, sering merengek jika meminta sesuatu, pura-pura tidak mendengar jika dipanggil, beberapa kali menolak ketika dimintai tolong, bahkan menunjukkan sikap menentang jika dilarang. Jika Raysha merasa sedih atau tersakiti, ia akan menangis dgn kencang sekali dan sangat sulit utk didiamkan.
Sepengamatan saya, perubahan sikap Raysha tidak berlangsung terus menerus, melainkan hilang timbul. Di waktu2 dekat ini, menjelang 3thn, Raysha memang sedang melewati bbrp fase krusial dlm tumbuh kembang seorang anak, salah satu diantaranya yaitu proses toilet training yg cukup menyita energi dan emosi saya, ibunya. Selain itu, 5bln terakhir ini Rasyid sang kakak sdh masuk sekolah, yg membuat waktu pagi hari Raysha menjadi lebih sepi, ia kehilangan teman bermain dan panutannya. Rayyan sang adik jg sudah beranjak besar, sudah berjalan dan belajar bicara. Ibaratnya sang adik sedang lucu-lucunya, dan ini cukup menyerap perhatian kami semua tertuju pada Rayyan.
Dengan berbagai analisis di atas, dan dgn menimbang ilmu dari berbagai sumber, saya berkeyakinan bahwa Raysha in syaa Allah tidak sedang dlm proses berubah dari fitrah atau sifat dasarnya, melainkan ini adalah proses adaptasinya menghadapi berbagai perubahan yg terjadi pada dirinya dan juga lingkungannya. Saya yakin, dgn doa dan jg ikhtiar mengembalikan fitrahnya, salah satunya dgn proses komunikasi produktif, in syaa Allah Raysha bisa kembali ke fase nyamannya menjadi seorang anak manis, sang pendengar yg baik.
Ketika menerima tugas membangun komunikasi produktif dgn anggota keluarga, saya langsung yakin bahwa saya akan menggunakan momen ini sbg ikhtiar saya dalam memperbaiki pola komunikasi thdp Raysha yg mungkin krn kesibukan dan kelalaian saya selama bbrp waktu belakangan ini menjadi terbengkalai. Mungkin pola komunikasi saya kepada Raysha banyak berubah belakangan ini, yg kadang saya fahami sbg bentuk pendewasaan baginya. Namun mungkin juga saya salah, bahwa Raysha masih seorang anak berusia 3thn yg masih butuh banyak perhatian, pujian, sentuhan dan komunikasi yg hangat seperti ketika dulu ia masih bayi. Bismillah, semoga ini hidayah Allah kepada saya dlm bentuk kesempatan memperbaiki pola komunikasi dan memperhangat hubungan saya sbg seorang ibu dgn anak perempuannya. Semoga Allah senantiasa membimbing kami dalam Rahmat-Nya, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia