Posts

Showing posts from February, 2018

-Hari Kesepuluh- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Buidznillah, melalui pengamatan selama games ini, saya menyadari bahwa Rasyid sangat kuat gaya belajar visualnya. Bahkan dari 2 pekan ini bisa dikatakan saya tdk berhasil menemukan gaya belajar lainnya yg dominan setelah visual, walaupun saya sangat berharap menemukannya. Pantas lah kalau Rasyid sangat menyukai kegiatan menonton. Entah itu menonton televisi atau media video di smartphone. Jika kami tidak ketat dalam menerapkan aturan, bisa saja Rasyid akan kecanduan krn media audiovisual tsb memang sangat menarik baginya. Film dan video memuaskan insting belajar visualnya dgn cara yg sangat menarik. Dari hasil pengamatan saya belajar, seharusnya media audiovisual ini kami gunakan sebagai sarana belajar Rasyid dalam mengembangkan kecerdasan intelektualnya. Walaupun tetap saja, tidak boleh terlalu sering krn efeknya lebih banyak keburukan daripada manfaatnya. Media belajarnya yg cocok utk Rasyid adalah yg menarik matanya. Media belajarnya harus colourful, terdiri dari beranekaragam ben...

-Hari Kesembilan- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Dalam sebuah kesempatan bermain di sebuah playground, anak2 ingin naik permainan mobil2an dan motor2an mini yg digerakkan dengan aki. Bentuknya nyaris seperti aslinya, hanya saja ukurannya sesuai usia anak 5tahun-an. Rayyan saat menunjuk sebuah mobil berwarna hijau, Rasyid ingin mengendarai sebuah motor sport dan Raysha memilih sebuah motor scooter. Untuk mengendalikan mainan ini bagi permainan mobil2an bisa menggunakan remote yg dikendalikan oleh org tua sang anak, sementara permainana motor2an hrs dikendalikan sendiri oleh sang anak dgn kakinya. Utk Rayyan tentu tidak ada masalah. Sedangkan Rasyid dan Raysha kami masih ragu. Tidak lama kemudian anak2 naik dan mulai mengendarai mainan tsb. Tidak disangka, Rasyid yg baru pertama mencoba mainan ini langsung menguasainya. Ia bisa berjalan lurus menghindari berbagai halangan yg ada, termasuk org yg berlalu lalang di mall itu. Sementara Raysha msh kesulitan mengendalikannya. Ketika mengendarai motor mainan ini Rasyid terlihat sangat hap...

-Hari Kedelapan- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Rasyid senang mainan2 berbentuk benda yang berbentuk 3 dimensi. Dia senang dengan mobil2an, robot, bahkan ia hobi mengumpulkan mainan yg diperoleh dari pembelian paket makanan di salah satu restoran cepat saji. Ia tertarik dengan bentuk mainan yg beraneka ragam, warnanya, juga cara kerjanya. Walaupun begitu Rasyid tidak terlalu suka menggerakkan mainan2 ini lalu bermain pura2 dgn mereka seperti beberapa anak lain. Rasyid murni hanya suka melihat, mengumpulkan, dan memiliki mainan2 ini. Hal ini lah yg membuatnya puas. Disini terlihat sisi paling menonjol dalam gaya belajar Rasyid adalah sisi visualnya.

-Hari Ketujuh- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Rasyid suka sekali bermain di playground di mall. Jenis permainan paling ia sukai adalah permainan berlayar dgn target, entah itu menembak, memukul dgn alat atau memasukkan bola. Di permainan2 ini insting visualnya terpuaskan. Rasyid juga sangat senang momen mengumpulkan reward dari permainan2 tsb dan menukarkan hadiahnya. Ia amat senang jika reward yg diperoleh banyak dan dlm jangka waktu ttt kami bisa menukarkannya dengan sebuah mainan. Dari permainan dan reward yg jadi salah satu favorit Rasyid ini, terlihat gaya belajar yg paling menonjol adalah visual.

-Hari Keenam- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Rasyid suka dengan buku sedari kecil, ia senang melihat isinya dan meminta saya membacakan. Buku-buku yg dimiliki Rasyid selama ini lebih dominan buku cerita bergambar sampai bbrp waktu yg lalu saya membelikannya sebuah flip flap book yg baru pertama dimilikinya, maa syaa Allah Rasyid senang sekali. Rasyid sangat tertarik membuka tiap lipatan di dalam buku dan melihat gambarnya sambil bertanya ttg isinya kpd saya. Buku yg saya beli adalah ttg 'tubuh manusia' yg memang baru pertama saya perkenalkan ke anak2. Tema ini pun sangat menggugah rasa ingin tahu Rasyid. Ia tdk bosan2 mengambil buku ini dan membukanya lalu menyebutkan sendiri apa bagian yg ditunjuk/dipegang sesuai dgn yg telah saya ajarkan. Hal ini berbeda dgn buku2 cerita bergambar sebelumnya. Sebelumnya Rasyid paling hanya tertarik dgn 1-3 kali saya bacakan buku tsb setelah itu dia bosan dan tdk tertarik lg mengambil bukunya. Ah iya, setelah saya perhatikan, Rasyid mngkn cenderung bosan mendengarkan cerita saja tanpa ...

-Hari Kelima- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Di sekolah, Rasyid sudah dikenalkan kemampuan membaca. Gurunya menggunakan buku panduan membaca tanpa mengenalkan huruf, jadi anak2 langsung dikenalkan pada susunan suku kata misal 'ba' 'bi' 'bu' bukan dikenalkan huruf 'b' terlebih dahulu. Saya tidak keberatan dgn pengenalan membaca ini karena Rasyid terlihat happy saja menjalaninya. Sebenernya bukan baru di sekolah Rasyid belajar membaca, di rumah sudah sejak usia 3thn 3bln Rasyid belajar membaca iqro' dgn saya di rumah. Dalam mengajarkan membaca ini, saya melihat Rasyid tdk memiliki kesulitan kecuali fokusnya yg pendek. Tapi seiring waktu berjalan, fokusnya bisa semakin panjang dan lebih happy dlm belajar. Di proses belajar ini saya jg melihat Rasyid mudah menerima membaca dgn buku dibanding flash card, bermain di pasir (sensori), magnet alphabet atau jenis permainan lainnya. Rasyid cenderung kurang tertarik dan malah tdk menangkap pesan belajarnya dari permainan itu. Ia lebih fokus dan mudah mema...

-Hari Keempat- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Rasyid sangat menyukai bermain outdoor, dan hobi lari-lari, tp jg tdk terlalu ekstrim. Secara perkembangan motorik kasarnya boleh dibilang sesuai usianya, tp utk bersepeda 2 roda Rasyid belum bisa, entah memang belum berani atau memang krn sepedanya yg bbrp kali dlm kondisi bannya bocor jd tdk bisa digunakan. Tadinya saya sempat berfikir Rasyid tipe anak kinestetik, krn saya melihatnya sangat gembira ketika bermain lari-larian dgn temannya, berbeda ekspresinya ketika bermain lego ataupun mainan favoritnya yg lain. Pernah jg saya perhatikan, Rasyid sering uring-uringan kalau belum diberikan kesempatan utk melakukan aktifitas fisik di luar (kondisinya lebih luas, sehingga ia lebih bebas). Setelah bermain di luar, mood-nya akan lebih baik dan bisa berkomunikasi dgn efektif, momen biasanya saya manfaatkan utk dialog penanaman nilai atau menstimulasi kecerdasan logikanya. Tapi di sisi lain, saya lihat Rasyid tdk selalu tertarik dgn 'berlarian memutar ruangan' contohnya di sekolah ...

-Hari Ketiga- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Hobi Rasyid lainnya adalah bermain origami atau melipat kertas. Ia sangat suka mempunyai kertas warna warni, dan sangat senang jika dibuatkan beragam bentuk dari origami. Sama seperti bermain lego, bermain dgn origami yg disukai Rasyid adalah membuat berbagai bentuk dgn melipatnya. Imajinasinya melayang ke berbagai hewan atau bentuk yg diinginkannya. Walaupun utk saat ini Rasyid belum mahir melipat sendiri, tp terlihat ia amat senang. Jadi lah bila di sekolah Rasyid rajin minta tolong gurunya melipat kertas, dan di rumah jatah saya atau abinya yg membantu melipat kertas. Meskipun belum bisa melipat sendiri, tp tetap attention to detail-nya tdk hilang. Rasyid sering komplain klo kertasnya lecek, lipatannya miring/tdk simetrik atau bentuknya tdk sesuai harapan, maa syaa Allah. Di sini terlihat bagaimana dominannya gaya belajar visual-nya Rasyid yg menyukai warna, berimajinasi dan tertarik dgn detail.

-Hari Kedua- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Rasyid belakangan (kurleb 6 bulan ini) sangat suka menggambar bebas. Gambar yg dibuat beragam, mulai dari robot, orang (berbagai karakter), kapala laut dsb. Dibanding mewarnai, saya bisa katakan Rasyid lebih suka menggambar bebas. Kebiasaan ini berbeda dgn saya ketika dlu masih kecil. Saya lebih suka mewarnai dan menggambar dgn meniru contoh yg sudah ada. Rasyid ternyata imajinasinya lebih berkembang ketimbang saya, maa syaa Allah Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah. Setelah menggambar, Rasyid biasanya akan mewarnai hasil gambarnya dan dgn bangga menunjukkan pada saya hasil karyanya itu. Saya biasanya akan bertanya apa arti dari gbr itu dan ia akan dgn sangat semangat menceritakannya. Jadi benar, rasyid bukan hanya menggambar bebas saja, tp sebelum menggambar memang ia telah membayangkan sebuah objek yg melakukan sesuatu, kemudian menuangkannya dlm kertas gambar. Kalau dilihat dari kebiasaannya ini, bisa dibilang Rasyid memiliki gaya belajar visual yg lebih dominan.

-Hari Pertama- Melihat dari Sudut Pandang Rasyid

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Maa syaa Allah Laa Haulaa Walaa Quwwata Illaa Billaah.. Games ke-4 akhirnya dimulai.. tak terasa.. rasanya baru kemarin memulai kelas bunda sayang ini. Object saya di games ini adalah si sulung, mas Rasyid Miftah Ramdhani yg kini berusia 4thn 7bln. Saya fahami, Rasyid memiliki karakter tdk jauh beda dgn saya. Segala kesukaan, ketertarikan, kepribadian maupun pembawaan emosi Rasyid kurang lebih mirip dgn saya. Jika saya melihat segala tingkah polah Rasyid, saya seolah sedang berkaca dan melihat diri saya sendiri ketika menghadapi hal yg sama. Entah krn faktor psikologis ketika hamil atau memang faktor gen yg menyebabkan hal ini. Tapi utk gaya belajar, saya belum bisa menentukan apakah gaya belajar Rasyid spt saya yg dominan Visual lalu Audio. Hari pertama ini, saya mengamati Rasyid ketika bermain salah satu permainan favoritnya, yaitu blocks (rancang bangun). Rasyid sangat menikmati bermain blocks, membangun struktur menyerupai kereta api, mobil, heli...