•Hari Pertama• Belajar Fitrah Seksualitas
Bismillaahilladzii nasta'iinuhu wanastaghfiruhu, wana'udzubillaahi min suruuri 'anfusinaa wamin sayyiati a'maalina.. manyahdhillaahu falaa mudhillalahu wamanyadhlil falaa haadiyalahu..
Alhamdulillaah Yaa Allah, msh bisa bertahan di kelas Bunsay yg saat ini memasuki Game-11 (2 game lg selesai yeaayyy), semoga Allah mudahkan segalanya hingga bisa menuntaskan kelas Bunsay ini dgn baik, aamii Yaa Rabb
Excited, satu kata yg menggambarkan diri saya memasuki Games ini. Knp? Karena ada tugas kelompok, mencari sendiri referensi/materi, harus presentasi, aahhhh berasa kuliah.. semoga segera bisa kuliah beneran yaa Allah, aamiin
Qadarullah, sabtu pekan lalu saya baru saja mendapat materi Tarbiyah Jinsiyah di Akademi Keluarga Parenting Nabawiyyah, sedikit banyak mendapat pijakan berfikir dan kaidah2 dlm pendidikan seksual utk anak yg sejalan dgn syariat islam, sesuai dgn tuntunan Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW.
Okeee, ini saatnya saya mereview materi yg dibawakan oleh kelompok-1 yaa
Teman2 di kel-1 mengulas definisi Fitrah Seksualitas lebih ke arah menjaga agar anak dpt tumbuh sesuai identitas gendernya, menjadi laki2 atau perempuan sejati, dan berkeluarga sesuai dgn fitrahnya. Tujuannya agar kelak ketika berkeluarga dpt menjalankan perannya sbg suami/istri yg baik bagi pasangannya, jg menjadi ayah/ibu yg baik bagi anak2nya. Selain itu, penjagaan fitrah seksualitas ini penting agar anak terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan.
Berdasarkan teori dari Ust Harry Santosa, ada bbrp tahapan utk menjaga Fitrah Seksualitas, yaitu :
# 0-2thn anak didekatkan ke ibunya (menyusui)
# 3-6thn anak didekatkan ke kedua org tuanya agar memiliki keseimbangan dlm berfikir dan jg merasa
# 7-10thn anak didekatkan ke ayahnya krn mereka sedang belajar memiliki tanggungjawab moral
# 10-14thn anak laki2 didekatkan ke ibunya, anak perempuan didekatkan ke ayahnya agar mereka dpt lebih memahami karakter/pembawaan lawan jenisnya, harapannya kelak dpt menjadi pasangan yg baik saat berkeluarga
Saya justru tertarik memahami tahapan ini, seolah spt kebetulan teori ini memadukan peran ayah dan ibu dlm menjaga fitrah seksualitas. Akan teyapi jika dilihat dari panduan islam, memang sudah benar landasan berfikirnya, usia menyusui, tamyiz dan ketik baligh.
Daaan, diskusi kelompok-1 menjadi menarik ketika keluar materi "solusi menjaga fitrah seksualitas dlm keseharian" yg dijabarkan sbg berikut :
#Gunakan bahasa yg jelas dan dimengerti anak, menyebut alat kelamin itu misalnya menggunakan istilah kemaluan, jadi itu bagian tubuh kita yg jika dilihat orang lain menjadi malu
#mengenalkan norma agama, konsep aurot membiasakan anak kalo keluar kamar mandi harus pake handuk
# Bersikap konsisten, orangtua mengajarkan tidak ganti baju di depan anak atau mandi bareng anak.
#mengajarkan anak untuk mengetuk pintu kamar orangtua sebelum masuk, utamanya ditiga waktu tertentu
# Mengenalkan anggota badan yg boleh dan tidak boleh dipegang,
Termasuk ayahnya sendiri misal perempuan
_______________________________________
Kemudian ramaiiii lah seisi kelas membahas ttg "boleh tidaknya mandi dgn anak" 😂
Sebenarnya kalau dikembalikan dlm konsep Tarbiyah Jinsiyah, aurat tetap perlu dijaga sekalipun dgn anak. Krn aurat/batasan fungsinya utk menjaga kehormatan & kemuliaan manusia. Maka di depan anak, seorang ayah & ibu tetap hrs menjaganya utk mempertahankan muru'ah-nya di depan anak.
Diskusi grup jg ramai membahas ttg "mengapa penting menjelaskan anggota tubuh (termasuk yg biasa tertutup) kpd anak"
Jika dikembalikan ke teori Tarbiyah Jinsiyah, pemahaman terkait hal2 yg tabu ini tetap hrs dijaga dgn hati2 agar ttp dlm kesucian, tdk menggunakan bahasa yg vulgar krn dikhawatirkan malah membangkitkan keingintahuan lebih jauh yg belum waktunya, dan seharusnya disampaikan dlm koridor pembahasan ilmu syariat (fikih, akidah, akhlak) agar tdk keluar tujuannya dari mengharap ridho Allah semata dari proses berketurunan.
Itu saja review saya dari pemaparan materi dan diskusi kelompok-1. Semoga bermanfaat utk semua. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
mak.. boleh nanya kah? kalau di konsep Tarbiyah Jinsiyah, sebatas manakah ibu mesti menjaga aurat di depan anak? Apakah dibolehkan, terlihat rambut, lengan, dan betisnya (ibu)?
ReplyDeleteSebatas perhiasan mak (QS. An Nuur : 31), artinya kurleb kepala ke leher, tangan, kaki sampe sebatas betis
ReplyDeleteKepala (rambut boleh terlihat), lengan mngkn bisa sampe lengan atas yaa (ada ngga ya yg pake perhiasan di lengan atas? :D), sama kaki di bawah betis (krn perhiasan kaki biasanya gelang di pergelangan kaki kn ya?)
Delete