-Hari Kedelapan- Menstimulasi Logika Matematika pada Anak

Menstimulasi logika pada diri anak bagi saya adalah mengajarkan anak dasar2 pengambilan keputusan, proses mempertimbangkan dan menilai sesuatu, dan proses memecahkan/mengatasi suatu masalah. Dalam kehidupan, keterampilan ini adalah hal yg sangat krusial krn seseorang yg hidup tanpa tuntunan akan tersesat. Seseorang yg hidup tanpa perencanaan dan pertimbangan serta kedewasaan berfikir menjadi tidak bijaksana dan banyak menyia-nyiakan waktu. Seseorang yg hidup tanpa bisa berfikir cepat mengatasi problem hidupnya akan terjerumus lebih dalam dan kerap dilanda stres.

Salah satu cara saya menstimulasi logika pada anak adalah dengan negosiasi. Saya kerap menggunakan bahasa logika dalam berdialog dgn anak. Berbagai aturan keseharian pun saya sampaikan dlm bentuk logika sehingga anak2 bisa menimbang mana yg terbaik utk dirinya. Hal ini sudah terbentuk bagi sulung saya, Rasyid. Rasyid sejauh sudah faham apa yg hrs dia lakukan agar keinginannya dipenuhi. Misal dia ingin bermain, maka aturannya adalah hrs tidur siang. Maka ia akan berusaha utk istirahat di siang hari agar dpt izin keluar rumah di sore hari. Atau misal saya sedang jengkel dan mencabut salah satu haknya, ia akan dgn legowo datang kepada saya dan meminta maaf, memeluk saya dan bersikap baik agar sikap saya kembali cair dan haknya kembali padanya.

Logika ini akan saya pakai utk menghadap ramadhan thn ini. Saya menjanjikan figurin Tobot kesukaan sbg reward apabila Rasyid bisa ikut memulai sahur dan shaum pd bln ramadhan, mau sholat 5 waktu baik di masjid/di rumah, dan belajar iqro' bersama saya di rumah ketika liburan. Senang sekali membayangkannya 😍.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia