-Catatan Ketujuh- Membersamai Rayyan dengan Cinta

Catatan saya hari dalam membersamai Rayyan adalah :

1. Saya kerap membawa anak2 ke masjid utk mengajar tahsin ibu2 atau ketika saya belajar bhs arab atau mengikuti kajian2 islami. Kemarin, saya membawa Raysha dan Rayyan saja krn Rasyid sdng sekolah. Raysha tiba2 meminta uang utk dimasukkan ke kotak infaq. Kebetulan saya hanya membawa 2 lbr uang pecahan 5rb dan 20rb. Sebenarnya uang 20rb ini saya bawa krn ada keperluan yg hrs dibayar. Jadi ketika Raysha meminta uang saya berikan uang yg 5rb. Rayyan melihat dan kemudian meminta uang juga utk dimasukkan ke kotak infaq, tp krn saya tidak membawa uang lebih maka tdk saya kasih. Bbrp waktu kemudian saat saya sedang fokus menyimak bacaan, Rayyan tanpa saya sadari berhasil mengambil uang 20rb yg saya simpan di dalam tas. Dia lalu berjalan ke kotak infaq dan berusaha memasukkan selembar uang tsb. Krn terlihat kesulitan, Raysha membantu dgn melipat uangnya lalu Rayyan yg berusaha memasukkan ke lubang kotak infaq, dan dia berhasil. Maa syaa Allah ketika itu saya diingatkan ttg ikhlas, mengikhlaskan uang yg tadinya tdk saya niatkan utk infaq. Juga diingatkan sdh semestinya membawa uang utk infaq jika ke masjid. Rayyan telah belajar dan jg mengajarkan saya SQ. Ketika ia memasukkan uang ke kotak infaq, ia melatih IQ dgn berkonsentrasi/fokus dan melatih motorik halusnya ketika memasukkan uang ke dlm lubang.

2. Ketika kajian berlangsung, anak2 sebagian bermain di playground yg letaknya di samping masjid. Rayyan tidak ketinggalan, ia berlari ke playground mengikuti anak yg lebih besar. Saya, krn fokus sdng belajar tdk langsung mengikutinya. Bbrp saat kemudian saya baru melihat ke arah playground. Saat itu Rayyan sedang bergelayutan di jembatan titian. Ia menyeberang jembatan dgn mengambil langkah melewati lubang antara papan. Kemudian di seberang ia menuruni tangga turun dgn hati2, lalu jalan ke sisi tangga satunya jg dgn hati2, dan mengulang lagi meniti jembatan. Aaahh, saya sunggu terkejut krn sebelumnya Rayyan msh sangat ragu dan kadang tdk berani bermain di playground, kini ia terlihat lebih percaya diro dan terampil dlm bermain disini. Bukan hanya jembatan titian, ia jg berani menuruni perosotan yg tingginya 1,5m. Saya yg melihatnya sungguh khawatir, tp ternyata ia sudah mampu sendiri walau tentu saja tetap hrs dlm pengawasan. Di sini terlihat kemampuan motorik kasar Rayyan sdh amat berkembang.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia