-Catatan Kesepuluh- Membersamai Rayyan dengan Cinta

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Catatan kesepuluh ini adl rangkuman dari seluruh dokumentasi dlm melatih kecerdasan anak. Kesimpulan saya, setiap anak diciptakan dgn karunia yg begitu besar dari Sang Pencipta diantaranya berbagai macam kecerdasan. Tugas kita sebagai org tua adalah menstimulasi agar semua potensi kecerdasan itu bisa tumbuh dgn optimal dan bermanfaat bagi diri anak bahkan org2 di sekitarnya.

Stimulasi kecerdasan ini bisa dimulai dari dalam kandungan dgn nutrisi yg baik bagi perkembangan janin, bacaan doa/dzikir jg lantunan ayat suci Al Quran, bahkan suasana hati yg damai dan emosi yg terkendali akan membentuk sifat dasar anak dgn emosi yg cenderung stabil, tenang dan mudah mengendalikan emosinya. Kecerdasan emosi, intelektual, spiritual dan bertahan dlm tekanan ini sulit dibentuk jika sang ibu tidak menstimulasi dirinya lebih dulu dgn kebiasaan saat hamil sampai nanti ketika menyusui dan mendidik serta membesarkan sang buah hati.

Mengenai stimulasi kecerdasan melalui buku, mainan edukasi, berkisah, bahasa, maupun di sekolah, itu hanya sarana pendukung saja yg tidak akan optimal hasilnya jika cara mendidik dari org tuanya sendiri, terutama ibu tdk berperan. Kehadiran ibu dalam keseharian anak2, membersamai mereka dgn cinta, secara tdk langsung pasti akan melejitkan potensi anak dgn sendirinya krn anak mendapatkan kenyamanan paling besar di sisi ibunya. Situasi yg nyaman tsb, perasaan dicintai, dihargai, di samping sang ibu, adl situasi yg paling baik dlm menumbuhkembangkan kecerdasan seorang anak. Bahkan tanpa bantuan alat atau metoda apapun, seorang ibu pasti akan mempu mendidik anak menjadi manusia yg cerdas asalkan selalu menghadirkan cinta di hatinya.

Ibu adalah seorang yg paling mengerti anak2. Seorang ibu pasti lah tau dan faham bagaimana karakter setiap anak, krn ia yg menjalani kehamilan, persalinan dan menyusui sang anak selama 2 thn lamanya. Ikatan hati antara seorang ibu dan anak ini adalah modal dlm melatih kecerdasan seorang anak. Sang ibu hanya perlu lebih sensitif thdp setiap momen saat ia membersamai anaknya, kemudian menggunakan momen2 tsb dari anak bangun tidur hingga tidur lagi utk mencerdaskan anaknya. Dari mulai doa bangun tidur hingga doa akan tidur dan beragam aktifitas keseharian yg kesemuanya bagi saya adl momen melatih kecerdasan anak. Jadi tdk perlu ada momen khusus, tools khusus atau tema khusus utk melatih kecerdasan anak, apalagi memaksa anak dgn metode edukasi ttt utk melatih kecerdasannya? Big NO utk saya. Hanya lakukan semuanya dgn cinta, dan sensitif thdp setiap momen membersamai anak. Bahkan klo bisa menambahkan, mainan edukasi terbaik bagi anak adl mainan buatan ibunya. Mainan ini akan jd mainan yg paling berarti bagi anak, dua anak saya yg lebih besar sudah membuktikannya. Silahkan dicoba 😍.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia