-Catatan Pertama- Melatih Kemandirian Rasyid

Bismillah.. sebelum saya bercerita tentang project melatih kemandirian Rasyid hari ini, saya akan tuliskan terlebih dahulu bbrp poin kemandirian yg akan saya latih pada Rasyid, yaitu :
1. Mandi sendiri
- melepas pakaian sendiri
- menyiramkan air secara merata ke seluruh tubuh
- keramas menggunakan shampo
- menyabuni seluruh anggota tubuh secara detail dan merata
- membilas dengan air sampai shampo dan sabun sampai benar-benar bersih
- mengeringkan tubuh menggunakan handuk
- mengambil pakaian ganti sendiri
- memakai pakaian sendiri dengan rapih
2. Makan sendiri
- mengambil nasi dan lauk sendiri, seperlunya
- makan sendiri dengan tertib
Tertib :
# membaca doa
# menggunakan tangan kanan
# tidak banyak berbicara
# tidak banyak bengong
# tidak mencela makanan
# menghabiskan makanan yg ada di piring
- menaruh peralatan makan di tempat cuci piring
- mengambil minum (lalu minum) sendiri
3. Membersihkan kotoran setelah BAB sendiri
- menyiram kotoran
- membersihkan lubang belakang sampai bersih
- mencuci tangan dengan sabun

Siang ini, kami berkesempatan makan siang di luar rumah. Entah karena lapar atau memang semangat memulai kemandirian, Rasyid minta diambilkam piring sendiri dan ingin makan sendiri, saya sendiri malah lupa utk menyiapkan momen ini. Setelah diambilkan nasi, Rasyid lalu bersemangat memilih lauknya. Ia sempat mengambil berbagai rupa makanan sebelum saya mengingatkannya utk mulai makan dan menyukupkan lauk yg sudah ada di piring. Rasyid sempat memainkan sendok dan makanannya sebentar lalu mulai menyuapkannya ke mulutnya. Aaah, anak laki2, bahkan momen makan pun jadi tempat eksplorasi kinestetiknya. Gemaassshhh. Ups, sabarrrrrr. Saya sempat membiarkan Rasyid makan sendiri walaupun kadang masih harus diingatkan utk menyendok lagi makanannya ketika sudah habis di mulut bila Rasyid malah asyik bermain atau berbicara. Menyetting fokusnya utk menyelesaikan makan nampaknya jadi tantangan sendiri bagi saya. Akhirnya setelah 20 menit berlalu saya pun menyuapi Rasyid makan sampai habis. Fiuuuuuhh, semoga hari-hari esok lebih baik.

Utk momen mandi sendiri, saya sudah mempersiapkan hari pertama ini sejak 2 hari yg lalu dengan memotivasinya utk bisa mandi sendiri. Tadi pagi, krn hari libur, Rasyid mandi dengan abinya, hilang lah momen 'belajar mandi sendiri' utk Rasyid. Tapi di sore hari, ketika waktunya mandi sore, Rasyid dengan semangat mengingatkan saya ttg komitmennya utk belajar mandi sendiri. Iya, Rasyid sendiri yg minta dgn penuh kesungguhan utk mandi sendiri. Rasyid membuka pakaiannya sendiri, masuk ke kamar mandi dan mulai mengguyurkan air ke kepala serta badannya. Saya hanya mengawasi, lalu mengingatkan utk tidak mengguyur dengan cepat yg membuat air terbuang tp badan tidak basah merata. Saya juga ingatkan utk menutup pintu kamar mandi agar air tidak terciprat keluar. Fiuuuhh, baruuu saja kali pertama, bahkan baru di menit pertama, kuliah saya utk bab mandi nampaknya sudah habis 10 lembar bolak balik, hehehe.

Saya lalu mengingatkan Rasyid ttg tahapan mandi. Saya ingatkan menuangkan shampo & sabun secukupnya, lalu diberi air sedikit, diusap2 ke kedua telapak tangan, baru digosokkan ke kapala atau badan secara merata. Saya ingatkan bagian2 yg perlu perhatian khusus (lipatan2 tubuh) utk digosok lebih banyak. Nah, saat praktek menggosok punggung, tangan Rasyid memang belum bisa menggapainya seluruh punggung dgn sempurna, karena itu saya membantu menyabuni bagian ini.

Setelah selesai keramas & menyabuni seluruh badan, saya minta Rasyid utk berbilas. Kali ini saya minta Rasyid utk menggunaka shower. Biasanya, Rasyid tdk terlalu suka menggunakan shower krn debit air yg keluar seringkali tdk dpt ia kontrol sehingga kadang masuk ke hidung atau matanya dan itu mengganggu. Tapi hari ini saya minta Rasyid utk mengontrol debit air dengan tangannya. Saya minta Rasyid terus mengusap air yg turun ke seluruh bagian tubuh dengan merata agar shampo & sabun yg menempel bisa bersih sempurna. Pada tahap ini saya kembali turun tangan dengan mengecek apa masih ada shampo atau sabun yg tersisa.

Tahap akhir, saya minta Rasyid utk mengeringkan sendiri tubuhnya dengan handuk. Saya ajarkan secara detail cara mengeringkan rambut, lalu wajah & leher, baru kemudian badan & tangan, dan terakhir kaki. Setelah selesai, saya minta ia masuk kamar dan mengambil baju ganti di lemar sendiri. Utk mengambil pakaian dan memakainya sendiri Rasyid sudah jauh lebih mahir. Hanya saja kadang ketika memakai pakaian ada saja yg terlihat kurang rapi seperti kaos dalam tdk masuk celana dgn sempurna atah kaos yg masih mencang mencong bagian bahunya. Saya hanya perlu membenahi dan mengingatkan lagi ttg hal ini.

Yap, begitu lah kisah 'belajar mandi sendiri' dari Rasyid hari ini. Mengenai bonding & komunikasi, saya memang tidak memiliki kendala yg berarti dengan Rasyid. Ia sangat penurut dan patuh akan nasihat dan juga perintah saya. Hanya saja, tingkah anak laki2 yg 'kinestetik' kadang yg membuat saya kurang sabar dlm mendidiknya. Padahal, tingkat inisiatif Rasyid sangat tinggi utk memiliki keahlian tertentu, krn ia akan merasa sangat bangga ketika bisa menguasainya. Padahal, mungkin prosesnya tidak akan sulit, juga tidak terlalu lama, utk sebuah hasil yg justru akan sangat membantu saya kemudian. Aah, ini pelajaran bagi saya hari ini dari Rasyid, semoga saya bisa terus belajar membersamai anak-anak dengan lebih sabar dan bijaksana, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia