-Catatan Kelima- Melatih Kemandirian Rasyid

Pertahanan saya roboh juga sepertinya. Stok sabar yg makin menipis karena keterbatasansv waktu, tenaga, fikiran dan juga perhatian utk mengurus suami, 3 balita dan segala kesibukan mengurus rumah. Yaa Rabb, kuatkan hamba, beri hamba kekuatan, kesabaran, kesehatan yg prima, juga ilmu serta hidayah agar dapat menjalankan segala amanah ini dengan baik.

Pagi kemarin, saya menyiapkan sarapan utk Rasyid. Setelah meletakkan piring di depannya, saya lalu menyalakan tv, krn seperti biasa Rasyid biasa mengerjakan rutinitas pagi harinya sambil screen time sebelum berangkat sekolah. Tanpa disangka Rasyid berucap, "nanti Acid bengong lagi pas makan", glekkk. Rasyid bahkan sudah belajar dari pengalaman, bahwa makan sambi nonton tv itu tidak produktif, ia akan banyak bengong saat makan. Hmm saya lalu merespon spontan, membela diri sendiri, "ya mas jangan bengong dong, nonton boleh, tp makan harus habis". Lalu saya beranjak mengerjakan pekerjaan rumah.

Beberapa menit kemudian, sembari mengingatkan Rasyid utk menghabiskan makanannya, saya berucap, "nti abis makan mas mandi sendiri yaa, ngga usah ummi tungguin ya, coba mandi sendiri" dan Rasyid merespon, "nti klo Acid masih salah2 sabuninnya gimana?" Gleeekkkk. Ini poin kesalahan terbesar saya, belum bisa memberikan kepercayaan penuh pada Rasyid, hingga ia pun menjadi kurang percaya diri dalam program melatih kemandirian ini. Yaa Allah.. nak, maafkan ummi.

Agenda sarapan pagi selesai tanpa saya banyak interupsi dengan pengingatan. Di akhir sesi sarapan saya sempat menyuapi Rasyid krn ia nampaknya sudah bosan makan sendiri, jadi saya bantu sampai makanan di piring habis sempurna. Pada dasarnya Rasyid sudah cukup terampil makan sendiri, hanya kurang motivasi dan mungkin juga krn sudah terbiasa disuapi.

Pada sesi belajar mandi, Rasyid masih juga nampak ragu2. Saya mengingatkan sekedarnya, dan membantu di sesi akhir utk memastikan tubuhnya benar-benar bersih. Nampaknya belajar mandi ini akan butuh proses yg panjang krn tantangan terbesar bagi Rasyid adalah pada bagian membasuhkan tangan ke badan, tangannya masih terlihat ragu, hanya bagian ujung jarinya yg digunakan, telapak tangannya masih terangkat. Sedangkan hal lainnya seperti tahapan mandi dan perhatian ke bagian detail Rasyid sudah bisa memahami. Saya memang harus memiliki stok sabar yg lebih banyak dalam membersamai proses mandi sendiri ini, agar Rasyid juga bisa lebih pede, bisa lebih prima dalam mendorong dirinya menggerakkan tangan dgn lebih yakin dan terampil. Biidznillah, semoga Allah mudahkan.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia