-Catatan Keenam- Melatih Kemandirian Rasyid

Bismillah..

Tantangan kedua ini sungguh amat menantang utk saya. Melatih kemandirian saja sudah jelas perlu upaya dlm hal waktu, perhatian, tenaga dan fokus yg tidak sedikit. Kondisi saya sekarang yg sedang ditinggal ART makin melipatgandakan tingkat kerepotan dalam keseharian saya. Pun, pemilihan tema "mandi & makan sendiri" ternyata malah jadi tantangan krn merupakan rutinitas yg setiap hari diulang-ulang sehingga tantangannya adalah krn "kurang menantang" dan cenderung membosankan, hehe.

Kalau di games pertama saya tidak pernah kehabisan kisah dan hikmah utk ditulis, di tantangan kali ini, saya bisa kehabisan ide mau menulis apa hikmah atau kisah yg menarik, krn kejadian sepertinya biasa-biasa saja. Hmmm.

Baiklah, tp akan tetap menulis progress Rasyid belajar mandi dan makan sendiri. Hari kemarin, Rasyid makan pagi dan makan siang sendiri, kali ini berbarengan dengan saya makan. Iya, kita makan berdua saja, krn saat sarapan adik2nya Rasyid belum bangun. Sedangkan saat makan siang adik2nya Rasyid juga masih tidur siang. Disini ada kebahagiaan tersendiri bagi saya, menikmati waktu berdua saja dengan si sulung, yg sekarang bahkan sudah bisa makan sendiri, hamdallah. Secara progres makannya masih kadang tidak fokus, masih harus diingatkan. Tapi saat makan siang, krn kami makan di dapur, suasana sungguh lebih intim krn tidak terganggu tv.

Mungkin perlu saya buat catatan ya apa saja hal positif Rasyid dalam proses makan sendiri ini. Pertama, makannya sudah cukup rapi, cara menyendok makanannya sudah benar, tidak ada nasi yg tumpah keluar. Kedua, cara menyuapkan makanan ke mulut juga sudha faham, hanya kadang klo sedang tidak fokus ya makanannya ada yg tumpah juga, tp Rasyid bisa langsung membersihkannya sendiri. Ketiga, Rasyid sudah terbiasa menghabiskan makanan yg ada di piringnya jika memang itu sesuai kapasitasnya. Keempat, Rasyid sudah bisa tertib makan sambil duduk sampai makanan habis.

Hal yg masih perlu diperbaiki adalah, kadang kurang fokus sehingga waktu makan menjadi lama, jadi lah saya sering mengingatkan utk menyuap kembali makanan jika sudah habis di mulut. Rasyid juga belum bisa memotong lauk sendiri, sehingga masih perlu dibantu. Rasyid juga belum bisa konsisten dengan beberapa adab makan seperti membaca doa, makan dengan lauk secukupnya (masih suka laper mata), dan tidak mencela makanan (kadang masih suka komplain dengan makanan yg ada). Dan poin yg terpenting, motivasinya utk makan sendiri masih kurang, Rasyid kadang nampak kurang antusias jika diminta makan sendiri. Semoga hal-hal di atas bisa terus dievaluasi dan lebih baik lagi, aamiin.

Utk mandi sendiri hampir tidak ada progres yg berarti jadi saya belum bisa banyak bercerita krn kondisinya masih persis dengan kemarin. Saya masih belum bisa menerapkan strategi apapun krn keterbatasan. Seperti membuat gbr urutan mandi atau menyiapkan kaca di kamar mandi. Saya masih berstrategi menemani Rasyid mandi.

Evaluasi dari proses mandi sendiri ini saat ini adalah Rasyid belum bisa menggapai punggung sendiri dan belum bisa mengambil sabun sendiri. Gerakan gelapak tangannya juga belum lihai dalam mengusap badan dengan sempurna, maupun ketika mengambil dan mengusap sabun di tangan (masih sering tercecer). Semoga segera ada kemajuan yg berarti.

Secara kemandirian, dari proses mandi ini Rasyid sudah bisa melepas pakaian sendiri, membasahi badan secara merata, mencuci rambut sendiri, mengusap badan dengan sabun (masih sangat perlu evaluasi), membilas sabun (kadang masih ada yg terlewat), mengeringkan badan dengan handuk (juga belum sempurna) dan memakai pakaian sendiri, alhamdulillah sudah bisa.

Sekian cerita saya hari ini, semoga besok ada progres yg lebih baik serta hikmah positif yg bisa dipetik, aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

#Hari Kedua# Games Keluarga Multimedia