Posts

Showing posts from August, 2018

--Hari Kesepuluh-- Mengasah Kreatifitas Anak

Salah satu aktifitas sederhana yg baru saya sadari mampu mengasah kreatifitas adalah bermain2 dengan warna. Aktifitas ini tentu sangat dekat dan disukai oleh anak2, termasuk anak2 saya. Saya mengenalkan anak2 dgn crayon atau pensil warna sejak usia 2 tahunan. Awalnya hanya sekedar utk bermain2 dan mengenalkan warna, hingga kemudian belajar mewarnai. Aktifitas ini juga jadi sarana anak utk belajar mengenali warna di usia dini. Selain crayon atau pensil warna, anak2 saya jg senang bermain dengan kertas lipa atau origami yg beraneka ragam. Bukan hanya utk dilipat, origami ini jg bisa digunting berbagai bentuk, digambar dan kemudian ditempel di rumah. Segala yg berwarna warni memang imajinatif dan mampu membuka daya kreatifitas anak. Oleh karena itu banyak mainan juga didesain dengan berbagai warna yg mencolok utk tujuan ini.

--Hari Kesembilan-- Mengasah Kreatifitas Anak

Alam, adalah sumber inspirasi bagi setiap manusia. Menikmati, dan mentafakkuri begitu mahadaya-Nya hasil karya Sang Pencipta membuat hati dan pikiran begitu lapang dan bahagian. Alhamdulillaah kami tinggal di sebuah perumahan dengan konsep yg dekat dengan alam. Di tengah perumahan terdapat areal taman hutan yg luasnya kurang lebih 30% dari luas perumahannya. Taman ini diisi dengan pepohonan2 besar yg biasa tumbuh di dalam hutan. Pemandangan hijau ini dapat kami nikmati hampir setiap hari. Ya, hampir setiap hari, krn nyatanya karena kesibukan jarang juga kami benar2 menikmatinya kecuali hanya lewat saja. Oleh karena itu, sesekali kami agendakan sesi bermain di taman. Banyak sekali manfaat yg diperoleh dari aktifitas ini, selain menikmati suasana alam yg menenangkan jiwa, mengembangkan kreatifitas anak dgn mengeksplorasi taman dgn segala pernak perniknya (playground, jalur menurun/menanjak, batu2 pijakan, rumput, batu, dedaunan) plus bermain di areal yg luas juga akan mengasah kreatifi...

--Hari Kedelapan-- Mengasah Kreatifitas Anak

Bebikinan, menjadi salah satu hobi saya dan jadi kado terindah bagi anak2. Dengan memanfaatkan barang2 bekas yg ada di rumah kami kerap membuat mainan yg bisa digunakan sbg sarana belajar utk anak2. Biasanya mainan yg dibuat adalah mainan yg jika dibeli harganya sangat mahal (utk ukuran kami) sehingga membuatnya sendiri di rumah dgn bahan2 yg lebih sederhana adalah keniscayaan utk bisa memperoleh manfaat yg sama. Terinspirasi dari suatu komunitas yg saya ikuti, berbagai permainan bisa dibuat sendiri di rumah oleh seorang ibu bersama anaknya sbg sarana edukasi. Bahan2 yg dipakai bisa dari kardus atau botol bekas dan barang2 rumah tangga spt ember, jepitan jemuran, tali rapia dan lain sebagainya. Bebikinan (atau lebih dikenal dgn istilah DIY) ini adalah aktifitas kreatif yg biasa kami lakukan di rumah yg melibatkan peran ibu dan anak sekaligus. Selain manfaat yg diperoleh dari hasilnya, prosesnya pun akan mengasah kreatifitas dan juga mempererat bonding antara ibu dengan anak.

--Hari Ketujuh-- Mengasah Kreatifitas Anak

Menurut saya, anak2 itu terlahir dengan sangat kreatif. Insting mereka adalah bermain, berimajinasi, dan segala benda di sekitar mereka bisa dijadikan objeknya. Maka, memberikan mereka kesempatan utk bermain bebas adalah saran untuk mengasah kreatifitasnya. Pernah satu hari, setelah pulang dari kunjungan ke dokter, Rasyid terinspirasi utk bermain permainan dokter2an. Akan tetapi, tiba2 senter dokter yg dia pegang digunakan selayaknya mic dan ia pun bernyanyi, hehe.. benar juga bentuknya memang mirip. Lalu stetoskop-nya ia gunakan bukan di lubang telinga, melainkan di kedua sisi kepala sehingga hasilnya menyerupai sebuah tanduk, dan ia sangat senang karenanya. Hal yg perlu dilakukan oleh org tua/org dewasa adalah membiarkan imajinasi dan kreatifitas mereka berjalan dan berkembang. Jangan mematikannya dgn meralat atau membernarkan sesuai standar kita, bahkan seharusnya kita menghargai bagaimana cara mereka memandang, walaupun itu berbeda dari kebanyakan org. Disini lah cara utk mengasa...

--Hari Keenam-- Mengasah Kreatifitas Anak

Anak2 saya semuanya suka bicara. Dari usia kurang dari 2thn mereka sdh mampu mengutarakan keinginannya, perasaannya, pendapatnya, pertanyaannya, dst. Kemampuan komunikasi ini bagi saya adalah modal awal utk bersentuhan dgn 'sesuatu yg lain' yg mereka rasa, lihat, dengar atau temukan. Berbicara/berkomunikasi adalah bentuk dari kreatifitas yg mana ia menggambarkan proses yg terjadi dlm diri seseorang, yg pasti unik dan berbeda satu dgn yg lain. Aktifitas keseharian saya dgn anak2 yg masuk dalam kategori ini adalah bercerita. Kegiatan ini tidak pernah terjadwal tp bisa berlangsung kapan saja sepanjang hari. Waktu2 emas yg biasanya jadi momen yg berkesan utk anak2 bercerita biasanya, sepulang sekolah, saat berkendara, saat menunggu sesuatu bersama, saat menjelang tidur dan saat terjadi konflik di rumah. Yang saya lakukan hanya menyediakan waktu dan diri dgn maksimal. Duduk sejajar dgn mata mereka, mendengarkan, sambil jg menanggapi kalimat2 mereka sesuai porsinya. Utk lebih mengas...

--Hari Kelima-- Mengasah Kreatifitas Anak

Buku adalah jendela dunia dan ilmu pengetahuan. Dan saya sangat merasakan itu dalam diri anak2 saya. Di usia mereka yg masih balita, kami banyak memaparkan buku2 berisi informasi2 ttg apa saja kepada mereka. Isi dari buku2 tsb akan mereka rekam dan suatu waktu akan teringat kembali jika menjumpai hal yg serupa spt yg ada di dalam buku. Proses membacakan buku pada anak2 juga menjadi salah satu aktifitas saya bersama anak yg dapat mengasah kreatifitas mereka. Betapa tidak, karena belum dpt membaca, mereka menggunakan indra pendengar utk menyerap kata per kata dari buku yg saya bacakan. Disitu proses imajinatif berjalan. Setelah dibacakan buku ttg sesuatu, anak2 akan membayangkan/mem-visualisasikan apa yg mereka dengar. Hingga mereka pun menyimpan informasi2 tsb dalam otaknya. Satu waktu, saat mereka menjumpai hal2 yg serupa dgn yg ada di dalam buku, secara otomatis mereka akan mengingatnya.

--Hari Keempat-- Mangasah Kreatifitas Anak

Aktifitas yg paling disukai sulung saya adalah menggambar. Ya, sejak usianya 4,5th bakat ini terasah, kian hari hasil karyanya kian baik, tiap gambar selalu memiliki cerita yg berbeda-beda. Karena itu, aktifitas ini menjadi salah satu amunisi saya dlm mengembangkan kreatifitas anak. Dari menggambar, anak akan menumpahkan visualisasi dari imajinasinya. Menggambar jg mengasah motorik halusnya. Dan biasanya, ketika anak saya menunjukkan hasil karyanya saya akan bertanya, "gambar apa ini mas?" Dan dia akan dgn senang hati bercerita ttg imajinasinya yg tertuang dlm gbr tsb. Yang menakjubkan adalah, mayoritas karya2nya adalah recall dari hal2 baru atau ilmu baru atau org2 baru yg ditemuinya pada hari itu atau hari sebelumnya dan sangat berkesan untuknya. Pernah suatu ketika rasyid di sekolah belajar ttg perangkat negara. Maka sepulang sekolah ia pun meminta kertas gbr dan mulai menggambar. Karya yg dihasilkan pun luar biasa, ada gbr presiden, burung garuda, monas, dst. Saya mendu...

--Hari Ketiga-- Mengasah Kreatifitas Anak

Image
Menjadi ibu dari 3org anak balita seolah menjadi momok bagi sebagian orang. Bayangan betapa repotnya mengurus anak yg masih kecil2 pasti lah itu yg terlintas dlm benak bbrp org yg melihat saya bersama anak2. Akan tetapi pada kenyataannya, dalam keseharian saya tidak merasa harus serepot itu. Memiliki 1 atau sekarang 3 anak bagi saya sama saja. Malah saat ini saya merasa lebih santai ketika anak2 sedang bermain bersama. Saya bisa katakan, ini lah kelebihan memiliki anak lebih dari 1, krn anak2 bisa cukup sibuk bermain dgn saudaranya hingga mereka tdk terlalu bergantung pd kehadiran sang ibu. Salah satu permainan yg dimainkan anak2 hampir setiap hari adalah pretend play atau bermain pura pura, dan ini tentunya sangat mengasah imajinasi dan kreatifitas anak2. Anak2 biasa bermain masak2an, jual2an, keluarga2an, dokter2an, guru2an hingga pura2 sedang berada di atas kapal laut atau pesawat (padahal pd kenyatannya mereka bahkan belum pernah naik kedua moda transportasi tsb, hanya dlm kha...